Kearifan Lokal dan Kontinuitas Upacara Tradisi Nyandran (preorder)

Gambar Produk Gambar Produk
Judul Buku : Kearifan Lokal dan Kontinuitas Upacara Tradisi Nyandran (preorder)
Author : Budhi Setiawan, Kundharu Saddhono, & Yuliningsih
Publisher : UNS Press
Harga : Rp 0
ISBN : 978-634-203-060-8 & 978-634-203-061-5 (PDF)
Bulan / Tahun Terbit : Januari / 2025
Jumlah Halaman : 163 halaman
Panjang x Lebar Buku : 16 x 25 cm
ertas : Digital (PDF) & HVS (70 gsm)
Sinopsis :
Buku ini mendeskripsikan dan menjelaskan latar belakang sejarah, makna filosofis, nilai kearifan lokal dalam upacara tradisi nyadran di Desa Ngepringan, dan relevansi upacara tradisi nyadran sebagai materi ajar bahasa Jawa di sekolah. Hal-hal yang melatarbelakangi diadakannya upacara tradisi nyadran di Desa Ngepringan, yaitu wujud rasa syukur masyarakat Desa Ngepringan atas berkah dan limpahan rejeki yang diberikan oleh Allah Swt. Sedangkan, prosesi pelaksanaan upacara tradisi nyadran dilaksanakan pada Minggu Pon setiap setahun sekali pada saat musim kemarau. Kegiatan yang dilakukan masyarakat sebelum puncak acara yaitu, pembentukan panitia nyadran, gotong royong membersihkan makam Bolodho, punden Gedhong, dan lingkungan desa. Prosesi puncak acara tradisi nyadran jatuh pada hari Minggu Pon yang terdiri dari tahap arak-arakan, pembukaan, serah terima sesaji, doa bersama, dan penutup. Makna filosofis yang terkandung dalam sesaji upacara tradisi nyadran antara lain nasi tumpeng sebagai lambang cita-cita yang tinggi, aneka makanan yang terbuat dari ketan melambangkan kerukunan, buah-buahan dan sayuran melambangkan kesuburan, apem ungkapan permohonan maaf, bunga telon melambangkan asal muasal manusia, dan telur melambangkan proses kehidupan. Nilai kearifan lokal upacara tradisi nyadran yaitu: (a) nilai musyawarah; (b) nilai gotong royong dan peduli lingkungan; (c) nilai kreatif dan komunikatif; (d) nilai toleransi dan kerukunan; (e) nilai religius serta; (f) nilai keteladanan. Relevansi nilai kearifan lokal upacara tradisi nyadran pada materi ajar bahasa Jawa di SMK meliputi: a) nilai-nilai kearifan lokal dapat diintegrasikan ke dalam nilai pendidikan karakter yang dapat diajarkan kepada siswa sebagai generasi muda penerus bangsa, b) Kearifan lokal dalam upacara tradisi nyadran dapat dijadikan sebagai materi ajar di SMK. Siswa dapat mengimplementasikan nilai-nilai kearifan lokal dalam kehidupan di masyarakat. Berdasarkan hal itu, nilai kearifan lokal dapat menjadi kekuatan yang mampu berkembang untuk masa-masa yang akan datang serta dapat untuk menjaga keutuhan NKRI.